Dengan rasa bangga sekaligus haru, Panitia Penyelenggara secara resmi mengumumkan bahwa pendaftaran untuk gelombang pertama ini telah DITUTUP. 

[Jombang, Pak Guru NINE] - Fenomena "war ticket" ternyata tidak hanya berlaku untuk konser musik internasional atau pertandingan olahraga bergengsi. Di dunia pendidikan, khususnya di kalangan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP), semangat untuk berinovasi ternyata mampu memicu antusiasme yang tak kalah dahsyatnya. Dalam waktu singkat, kuota 300 peserta untuk Webinar Penyusunan LMS PAISLove Ramadan 1447 H telah terisi penuh. Ini adalah sinyal positif yang sangat kuat bahwa guru-guru agama kita tidak sedang diam di tempat; mereka sedang bergerak, berlari, bahkan melompat menuju transformasi digital yang lebih bermakna.

Dengan rasa bangga sekaligus haru, Panitia Penyelenggara secara resmi mengumumkan bahwa pendaftaran untuk gelombang pertama ini telah DITUTUP. Kepada Bapak/Ibu yang belum sempat mengamankan kursi, kami memohon maaf karena keterbatasan kuota Zoom/Google Meet yang tersedia. Namun, jangan berkecil hati. Besarnya minat ini adalah amanah bagi kami. DPD AGPAII Kabupaten Jombang sedang mempertimbangkan dengan serius untuk membuka GELOMBANG 2. Maka, bagi Anda yang masih memiliki dahaga ilmu, mohon bersabar dan pantau terus kanal informasi resmi kami. Semangat belajar Anda adalah bahan bakar utama kami.

Selamat Datang Para Pelopor

Kepada 300 Bapak/Ibu Guru hebat yang telah berhasil terdaftar, kami ucapkan: Selamat Datang, Para Pelopor Digital PAISLove Ramadan 1447 H!

Anda bukan sekadar peserta seminar biasa. Anda adalah garda terdepan yang terpilih untuk mengubah wajah kegiatan Ramadan di sekolah masing-masing. Jika selama ini kegiatan Ramadan identik dengan buku pantauan fisik yang rawan hilang, rusak, atau diisi dengan sistem "rapel", maka tahun 2026 ini kita akan mencetak sejarah baru. Kita akan membedah panduan PAISLove—mulai dari menanamkan Cinta Puasa, Cinta Mengaji, hingga Cinta Digital—dan menuangkannya ke dalam sebuah Learning Management System (LMS) yang canggih, terstruktur, dan tentu saja, kekinian.

Mengapa ini penting? Karena murid-murid kita hari ini adalah digital native. Dakwah dan pendidikan karakter tidak akan masuk ke hati mereka jika kita tidak berbicara dalam "bahasa" mereka. LMS bukan sekadar alat administrasi, melainkan jembatan komunikasi yang menghubungkan nilai-nilai spiritual Ramadan dengan realitas kehidupan murid yang serba digital.

Strategi "Dua Layar" dan Kolaborasi AI

Agar niat mulia ini tidak berhenti sebagai wacana, workshop pada hari Sabtu, 14 Februari 2026 nanti dirancang dengan metode praktik total. Tepat di malam Ahad, mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB, kita tidak hanya akan mendengarkan ceramah. Kita akan bekerja.

Untuk itu, ada argumentasi logis mengapa kami mewajibkan Syarat Teknis "Dua Perangkat" (2 Devices Rule). Ini bukan untuk menyulitkan, melainkan untuk menjamin efektivitas.

1.    HP/Smartphone difungsikan sebagai "telinga dan mata" Anda untuk menyimak materi dan instruksi audio-visual via Google Meet.

2.    Laptop/PC difungsikan sebagai "tangan" Anda untuk langsung mempraktikkan penyusunan kelas maya di Google Classroom.

Bayangkan betapa sulitnya jika Anda harus bolak-balik menutup layar Zoom hanya untuk mengklik menu di Classroom pada satu perangkat yang sama. Dengan dua perangkat, proses transfer ilmu menjadi seamless (mulus) dan efisien.

Lebih jauh lagi, kita akan melibatkan teknologi mutakhir. Kami meminta Bapak/Ibu untuk menyiapkan "Asisten Cerdas" di browser laptop masing-masing, baik itu ChatGPT maupun Gemini. Mengapa? Karena menyusun narasi misi Ramadan yang menyentuh hati—seperti narasi Misi Cinta Lingkungan atau Misi Cinta NKRI—memerlukan kreativitas tinggi. Di sinilah AI berperan sebagai mitra berpikir (thought partner) untuk membantu meramu kata-kata yang persuasif bagi siswa, sehingga tugas agama tidak terasa kaku, melainkan inspiratif.

Menatap Ramadan 1447 H

Bapak/Ibu Guru terpilih, link Google Meet eksklusif akan segera kami bagikan di Grup WhatsApp ini menjelang acara. Siapkan semangat terbaik Anda. Mari kita buktikan kepada dunia pendidikan bahwa Guru PAI adalah sosok yang adaptif, visioner, dan mampu memimpin inovasi.

Sampai jumpa di ruang virtual. Mari kita jadikan Ramadan 1447 H sebagai momentum kebangkitan literasi digital umat, dimulai dari kelas-kelas yang Bapak/Ibu ampu.[pgn]