Juara Tak Datang Sekejap

 

Di awal acara, para peserta diajak merenung: mengapa banyak orang kagum pada medali, tetapi lupa bahwa di baliknya ada latihan panjang yang sering kali sepi dari sorotan?

[Pacarpeluk, Pak Guru NINE] - Talkshow virtual TERAS: Temu Rasa & Spiritualitas kembali hadir sebagai ruang hangat tempat cerita-cerita bermakna bertemu dan bertumbuh. Pada Sabtu malam, 3 Januari 2026, pukul 19.45–20.45 WIB, layar Instagram @pakgurunine menjadi saksi lahirnya dialog penuh inspirasi bertajuk “Juara OSN, Bukan Instan.” Tema ini bukan sekadar kalimat motivasi, tetapi cermin dari perjalanan panjang dua pelajar SMAN 2 Jombang yang berhasil menorehkan prestasi nasional di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025.

Mereka adalah Ali Fahriza Ahda Yusroni, siswa kelas XII-4, Juara 1 OSN Bidang Biologi 2025, dan Galang Nusantara Rannuan, siswa kelas XI-2, Juara 2 OSN Bidang Geografi 2025. Keduanya hadir bukan untuk memamerkan medali, tetapi untuk membuka kembali lembar-lembar proses: belajar yang tidak selalu mulus, rasa lelah yang datang tiba-tiba, serta keyakinan yang terus dirawat agar tidak tumbang di tengah perjalanan. Talkshow ini dipandu langsung oleh tuan rumah TERAS, Nine Adien Maulana, yang dengan gaya santai, hangat, dan reflektif, mengajak para narasumber berbagi kisah dengan jujur.

Di awal acara, para peserta diajak merenung: mengapa banyak orang kagum pada medali, tetapi lupa bahwa di baliknya ada latihan panjang yang sering kali sepi dari sorotan? Dari sinilah obrolan mengalir. Ali dan Galang menceritakan bagaimana rutinitas belajar mereka bukan hanya sekadar membaca buku tebal atau menghafal konsep, tetapi juga berlatih berpikir, berdiskusi, dan memaknai setiap tantangan sebagai proses pendewasaan diri. Mereka menegaskan, bakat memang anugerah, tapi konsistensi adalah kunci. Tanpa disiplin waktu, pengelolaan diri, dan kemauan untuk terus mencoba, cita-cita sering berhenti di tengah jalan.

Tak berhenti di sisi akademik, TERAS juga menyoroti dimensi mental dan spiritual. Para juara ini mengakui bahwa tekanan, rasa cemas, bahkan ragu terhadap diri sendiri pernah datang. Namun, doa, dukungan keluarga, guru, teman, serta keyakinan bahwa setiap usaha tidak pernah sia-sia, menjadi bahan bakar yang menjaga langkah mereka tetap tegak. Di sinilah spiritualitas menemukan perannya—bukan hanya sebagai ritual, tetapi sebagai energi yang menenangkan hati.

Obrolan semakin menarik ketika menyentuh makna prestasi. Ali dan Galang dengan rendah hati menyampaikan bahwa juara bukanlah tujuan akhir. Lebih jauh dari itu, juara adalah proses menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih matang, dan lebih bertanggung jawab. Bahkan, mereka menegaskan pentingnya menjaga niat, agar keberhasilan tidak berubah menjadi kesombongan. Di titik ini, TERAS benar-benar menjadi ruang “temu rasa”—mengajak kita memandang prestasi sebagai perjalanan batin, bukan sekadar pencapaian angka.

Para peserta talkshow, khususnya generasi muda, diajak melihat realitas bahwa “juara OSN bukan instan.” Tidak ada jalan pintas menuju puncak. Ada malam-malam panjang, ada tugas yang harus ditunda, ada rencana yang harus disusun ulang. Namun, di balik semua itu, ada kebahagiaan yang tidak bisa dibeli: kebanggaan karena telah berproses dengan sungguh-sungguh.

Talkshow ini juga memberi pesan penting bagi sekolah dan lingkungan pendidikan: ekosistem yang sehat, guru yang suportif, serta budaya belajar yang positif, sangat menentukan lahirnya generasi berprestasi. SMAN 2 Jombang menunjukkan bahwa ketika semua unsur bergerak bersama, prestasi tidak hanya mungkin terjadi—tetapi juga bisa menjadi tradisi.

Pada penghujung acara, para narasumber diminta melengkapi kalimat, “Juara OSN bukan instan, tapi …” Jawabannya pun sederhana namun mengena: “hasil dari proses panjang yang dijalani dengan sabar, ikhlas, dan konsisten.” Sebuah kalimat yang menutup malam dengan kehangatan.

TERAS malam itu bukan sekadar talkshow. Ia adalah ruang belajar, ruang refleksi, dan ruang menyala bagi mimpi-mimpi yang mungkin sedang redup. Pesan akhirnya jelas: siapa pun bisa berproses, siapa pun bisa berjuang, dan setiap langkah kecil memiliki arti besar. Karena pada akhirnya, juara sejati adalah mereka yang bertahan, belajar, dan terus berusaha—meski tidak selalu terlihat.

Dan dari sebuah teras kecil di dunia maya, inspirasi itu mengalir, menyalakan kembali keyakinan: prestasi besar selalu lahir dari hati yang tidak pernah berhenti berusaha.[pgn]

Posting Komentar

0 Komentar