![]() |
| Naskah khotbah Jumat ini disusun untuk disampaikan dalam khotbah Jumat di Masjid Al-Firdaus Perum Firdaus Regency Sengon Jombang pada Jumat, 9 Mei 2026. |
Khutbah
I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِحِفْظِ الْأَمَانَاتِ وَرِعَايَةِ الْأَوْلَادِ،
وَنَهَانَا عَنِ الظُّلْمِ وَالْبَغْيِ وَالْفَسَادِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ
إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ،
الَّذِيْ جَعَلَ الْعَدْلَ أَسَاسًا لِلْمُلْكِ وَالدِّيْنِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ
سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً
لِلْعَالَمِيْنَ، وَأُسْوَةً حَسَنَةً لِلْمُتَّقِيْنَ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ
وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا مُحَمَّدٍ، الصَّادِقِ الْوَعْدِ
الْأَمِيْنِ، وَعَلَى اٰلِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ، وَأَصْحَابِهِ
الْأَكْرَمِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا
الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ الْخَاطِئَةَ بِتَقْوَى
اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَطَاعَتِهِ فِيْ كُلِّ حِيْنٍ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.
اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ .
Ma’asyiral Muslimin R, Jemaah Sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Di hari yang mulia dan di tempat yang
suci ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada seluruh jemaah:
marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Takwa yang
sebenar-benarnya, yakni dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala
larangan-Nya, termasuk menjaga amanah terbesar yang Allah titipkan kepada kita,
yaitu anak-anak dan generasi penerus kita.
Hadirin yang mulia,
Anak adalah anugerah sekaligus amanah.
Tempat pendidikan, baik itu madrasah, pesantren, maupun sekolah dan kampus, sejatinya
adalah taman surga di dunia; tempat anak-anak kita mengenal Allah, merangkai
akhlak, dan menuntut ilmu. Namun, hati kita tersayat manakala mendengar kabar
memilukan tentang oknum pendidik—yang seharusnya menjadi pelindung—justru
menjadi perusak masa depan anak-anak kita melalui kejahatan seksual.
Isu ini bukanlah aib yang harus
ditutupi dan dibisikkan dalam gelap. Mimbar Jumat ini harus menjadi pengingat
yang tegas, bahwa agama kita menentang keras segala bentuk kezaliman. Kesucian
ilmu tidak boleh dinodai oleh syahwat hewani.
Jemaah yang dirahmati Allah,
Mengapa kejahatan ini bisa terjadi
berulang kali? Jawabannya adalah karena adanya penyalahgunaan "relasi
kuasa".
Dalam Islam, seorang guru, dosen, kiai, atau pendidik sangat dihormati.
Kita diajarkan takzim (hormat) kepada guru. Namun,
penghormatan ini sering kali disalahgunakan oleh oknum yang merasa memiliki
kuasa, karisma, dan ilmu, sehingga memaksa santri atau muridnya untuk tunduk
tanpa daya. Anak-anak kita sering kali diancam, baik secara fisik maupun psikologis
dengan dalih "tidak taat kepada guru" atau "ilmunya tidak
berkah".
Ketahuilah, Islam menetapkan batas yang
sangat tegas dalam ketaatan. Rasulullah SAW bersabda:
لاَ
طَاعَةَ فِى مَعْصِيَةٍ، إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِى الْمَعْرُوفِ
“Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan (kepada
Allah), sesungguhnya ketaatan itu hanyalah dalam kebaikan.” (HR. Bukhari dan
Muslim).
Ketaatan kepada makhluk gugur seketika
saat ia mengajak pada kemaksiatan, apalagi pelecehan. Pencabulan bukanlah zina
biasa, melainkan pengkhianatan amanah. Pendidik adalah penggembala yang
dimintai pertanggungjawaban. Nabi SAW bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ
اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا
حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
“Tidaklah seorang hamba yang diserahi Allah
untuk memimpin suatu amanah, lalu ia mati pada hari kematiannya dalam keadaan
menipu (mengkhianati) amanahnya itu, melainkan Allah mengharamkan surga
baginya.”
(HR. Muslim).
Sidang Jumat yang berbahagia,
Kejahatan seksual tidak hanya merusak
fisik, tetapi membunuh jiwa perlahan-lahan. Korban memikul rasa takut, trauma,
dan merasa kotor seumur hidupnya. Merusak jiwa seseorang adalah bentuk
kezaliman yang diharamkan secara mutlak oleh Allah SWT. Dalam sebuah Hadis
Qudsi, Allah berfirman:
يَا
عِبَادِى إِنِّى حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِى وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ
مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوا
“Wahai hamba-hamba-Ku,
sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya
haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi.” (HR. Muslim).
Menyelamatkan satu jiwa anak dari
predator seksual sama nilainya dengan menyelamatkan kehidupan umat manusia
seluruhnya, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Ma'idah ayat 32:
وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ
اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا
“...Dan barangsiapa memelihara kehidupan
seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua
manusia.”
Namun sayangnya, sering kali
masyarakat, dan bahkan keluarga, memilih bungkam demi "nama baik"
lembaga. Korban yang berani bersuara justru diragukan dan disalahkan. Ini
adalah kultur diam yang mematikan.
Allah SWT memerintahkan kita untuk
menegakkan keadilan, betapapun pahitnya, sekalipun harus melawan tokoh yang
dihormati atau keluarga sendiri:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا
كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاۤءَ لِلّٰهِ وَلَوْ عَلٰٓى
اَنْفُسِكُمْ اَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu
penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri
atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu...” (QS. An-Nisa: 135).
Sebagai penutup, khatib mengajak seluruh
jemaah:
Mari kita putus mata rantai kezaliman
ini. Jadilah orang tua yang dekat dengan anak. Dengarkan cerita mereka,
percayai mereka, dan ajarkan mereka bahwa tubuh mereka adalah titipan Allah
yang tidak boleh disentuh sembarangan oleh siapa pun. Berhentilah mengultuskan
figur. Agama kita mulia, maka menangkap oknum yang berlindung di balik jubah
agama adalah cara terbaik menjaga kemuliaan agama ini.
Semoga Allah SWT senantiasa melindungi
anak-anak kita, keluarga kita, dan generasi penerus umat dari segala keburukan
dan fitnah. Amin ya Rabbal Alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ
الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ
هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ
الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ.
Khutbah
II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْأَشْيَاءَ كُلَّهَا، وَرَزَقَ الْعِبَادَ مِنْ
فَضْلِهِ وَكَرَمِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ
وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ،
اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ
بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ
اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا
إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا
إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ،
أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ
وَالتَّابِعِيْنَ، وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ، وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ يَا قَاضِيَ
الْحَاجَاتِ. اَللّٰهُمَّ احْفَظْ أَوْلَادَنَا وَذُرِّيَّاتِنَا مِنْ شَرِّ
الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. اَللّٰهُمَّ نَوِّرْ قُلُوْبَهُمْ
بِالْإِيْمَانِ، وَاحْفَظْهُمْ مِنْ ظُلْمِ الظَّالِمِيْنَ وَكَيْدِ
الْمُفْسِدِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ
الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ
عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ، عَنْ بَلَدِنَا
إِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً، وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا
رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ
بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ
الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ
يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
*Nine Adien Maulana, Guru PAIBP SMAN 2 Jombang –
Sekretaris DP MUI Kabupaten Jombang

0 Komentar