Khotbah Jumat: Menjaga Lisan di Era Media Sosial

 

Ucapan yang baik menjadi amal. Ucapan yang menyakiti menjadi dosa. Tulisan yang memberikan manfaat menjadi pahala. Tulisan yang menebarkan kebencian menjadi pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

KHOTBAH PERTAMA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ، وَكَفَى بِاللّٰهِ شَهِيْدً. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

 

Ketakwaan bukan hanya terlihat dari banyaknya ibadah yang kita lakukan, tetapi juga terlihat dari bagaimana kita menjaga akhlak, menjaga perkataan, menjaga tulisan, dan menjaga sikap kita kepada sesama manusia.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." (QS. Ali Imran: 102)

 

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Pada kesempatan yang penuh keberkahan ini, marilah kita merenungkan satu perkara yang sangat penting dalam kehidupan kita, yaitu menjaga akhlak sebagaimana akhlak Rasulullah , khususnya dalam menjaga lisan dan tulisan kita.

 

Hari ini kita hidup di zaman yang penuh dengan kemajuan teknologi. Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Dengan satu sentuhan jari, seseorang dapat menyampaikan pendapat kepada banyak orang.

 

Namun, jamaah yang dirahmati Allah,

Kemajuan teknologi harus diiringi dengan kemajuan akhlak. Jangan sampai teknologi yang seharusnya menjadi sarana kebaikan justru menjadi jalan menyebarkan kebencian.

 

Kita menyaksikan di berbagai ruang digital, banyak manusia mudah mengeluarkan kata-kata kasar, menghina, mencaci, merendahkan, dan mempermalukan orang lain hanya karena berbeda pendapat.

 

Ada yang berbeda pilihan politik lalu saling menghina. Ada yang berbeda pandangan lalu saling mencaci. Ada yang tidak menyukai suatu kebijakan lalu melupakan adab dalam menyampaikan kritik. Padahal Islam mengajarkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk kehilangan kemuliaan akhlak.

 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Allah SWT mengingatkan kita bahwa setiap ucapan akan dicatat dan dipertanggungjawabkan. Allah berfirman:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

"Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat." (QS. Qaf: 18)

 

Ayat ini mengajarkan bahwa tidak ada perkataan yang sia-sia. Ucapan yang baik menjadi amal. Ucapan yang menyakiti menjadi dosa. Tulisan yang memberikan manfaat menjadi pahala. Tulisan yang menebarkan kebencian menjadi pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

 

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Rasulullah bersabda:

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

"Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya." (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Hadis ini sangat relevan dengan kehidupan kita hari ini. Dahulu tangan digunakan untuk menyakiti secara fisik. Hari ini tangan juga dapat menyakiti melalui tulisan.

 

Dahulu lisan berbicara langsung. Hari ini lisan memiliki bentuk baru melalui komentar, unggahan, dan pesan digital.

 

Maka seorang muslim harus berhati-hati. Jangan mudah membagikan berita yang belum jelas. Jangan mudah menuduh. Jangan mudah menghina. Jangan merasa bebas berkata kasar hanya karena berada di balik layar.

Karena Allah melihat. Allah mendengar. Allah mencatat semuanya.

 

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Salah satu penyakit zaman sekarang adalah mudah percaya terhadap informasi tanpa melakukan pemeriksaan. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seorang fasik datang membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya." (QS. Al-Hujurat: 6)

 

Ayat ini menjadi pedoman penting bagi kita di era media sosial. Sebelum menyebarkan berita, kita harus bertanya: Apakah ini benar? Apakah ini bermanfaat? Apakah ini membawa kedamaian?

Jangan sampai kita menjadi penyebab tersebarnya fitnah. Rasulullah bersabda:

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

"Cukuplah seseorang disebut sebagai pendusta apabila ia menyampaikan semua yang ia dengar." (HR. Muslim)

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

 

Mari kita jadikan media sosial sebagai ladang amal. Mari kita gunakan jari-jari kita untuk menyebarkan kebaikan. Mari kita gunakan tulisan kita untuk memberikan manfaat. Mari kita hadirkan kembali akhlak Rasulullah dalam kehidupan kita.

 

Jangan menjadi manusia yang mudah marah. Jangan menjadi manusia yang gemar menghina. Jadilah manusia yang lembut, bijaksana, dan membawa kedamaian.

 

Semoga Allah SWT menghiasi hati kita dengan iman, menjaga lisan kita dari keburukan, menjaga tangan kita dari perbuatan yang menyakiti, serta menjadikan kita umat Nabi Muhammad yang berakhlak mulia.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

 

KHOTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ.

قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَحْسِنْ أَخْلَاقَنَا، وَطَهِّرْ قُلُوْبَنَا مِنَ الْحِقْدِ وَالْحَسَدِ وَالْبُغْضَاءِ. اَللّٰهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُونِيْسِيَا، وَاحْفَظْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، وَوَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ خَيْرُ الْبِلَادِ وَالْعِبَادِ.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ،

إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.

وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

 

Nine Adien Maulana, Guru PAIBP SMAN 2 Jombang - Sekretaris DP MUI Kabupaten Jombang

Posting Komentar

0 Komentar