Meneladani Rasulullah SAW Melalui Kreativitas, Keteladanan dan Kebersamaan

 

Cinta kepada Rasulullah harus diwujudkan melalui usaha meneladani akhlaknya, memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian, dan menghadirkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

[Jombang, Pak Guru NINE] - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan yang dilaksanakan untuk mengenang kelahiran manusia paling mulia, tetapi menjadi momentum penting untuk menghadirkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan nyata. Semangat inilah yang menjadi dasar Keluarga Besar SMA Negeri 2 Jombang dalam menyelenggarakan kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Rabu, 2 September 2026.

Sebagai ketua panitia, saya merasakan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang bagaimana sebuah acara dapat berjalan dengan baik, tetapi lebih jauh dari itu, bagaimana sebuah peringatan keagamaan mampu memberikan pengalaman spiritual, edukatif, dan inspiratif bagi seluruh warga sekolah. Dalam pelaksanaannya, saya dibersamai oleh Bu Vera dan Bu Brenda sebagai bagian dari kepanitiaan, serta mendapatkan arahan dan tanggung jawab program dari Pak Yusuf selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas), karena kegiatan ini merupakan salah satu program kerja kehumasan SMA Negeri 2 Jombang.

Ada hal menarik yang membedakan peringatan Maulid Nabi tahun ini dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya. Jika biasanya kajian agama menghadirkan dai atau penceramah dari luar sekolah, maka kali ini SMA Negeri 2 Jombang memilih pendekatan yang berbeda. Ceramah keagamaan tetap menjadi bagian utama acara, tetapi disampaikan oleh para peserta didik melalui kegiatan Final Dai Competition tingkat sekolah.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Sekolah ingin memberikan ruang kepada para murid untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, memiliki kemampuan berbicara di depan umum, serta mampu menyampaikan nilai-nilai Islam dengan cara yang kreatif dan relevan. Setiap kelas diberikan kesempatan untuk mengirimkan delegasi terbaiknya dalam kompetisi tersebut. Dari berbagai peserta yang tampil, akhirnya terpilih tiga finalis terbaik yang mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan tausiah di panggung utama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ketiga finalis tersebut adalah Angkasa Prawianto dari kelas X-5, Wisnu Jati Kusuma Jaya dari kelas XI-2, dan Clarance Elfreda Arsy Didrika Pratama dari kelas XII-2. Mereka bukan hanya berkompetisi untuk mendapatkan juara, tetapi juga menjadi contoh bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penyampai pesan kebaikan di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi dengan pembagian konsumsi kepada para murid, dilanjutkan dengan check in peserta, pelaksanaan shalat Dhuha, dan istighotsah sebagai bentuk ikhtiar spiritual sebelum memasuki acara inti. Setelah pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Kepala SMA Negeri 2 Jombang, yang diwakili oleh Waka Humasy. Suasana semakin khidmat dengan lantunan Maulid ad-Diba’i yang dibawakan oleh Tim Al-Banjari Remaja Masjid Miftahul Abror (RMMA).

Puncak kegiatan berlangsung ketika tiga finalis Dai Competition menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam menyampaikan pesan-pesan Islam. Setiap penampilan menghadirkan warna dan karakter tersendiri. Mereka menunjukkan bahwa dakwah tidak selalu harus dilakukan oleh orang yang sudah dewasa atau tokoh terkenal, tetapi dapat dimulai dari lingkungan sekolah melalui keberanian, ilmu, dan ketulusan hati.

Berdasarkan hasil penilaian, Clarance Elfreda Arsy Didrika Pratama dari kelas XII-2 berhasil meraih Juara 1. Juara 2 diraih oleh Wisnu Jati Kusuma Jaya dari kelas XI-2, sedangkan Juara 3 diraih oleh Angkasa Prawianto dari kelas X-5. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan karakter dan kemampuan komunikasi di sekolah mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai agama.

Kegiatan ini semakin semarak karena seluruh murid dari kelas X, XI, hingga XII mengikuti acara dengan tertib dan antusias dari awal hingga akhir. Salah satu hal yang membuat suasana semakin hidup adalah adanya pembagian lebih dari 50 doorprize yang berasal dari sumbangan para guru SMA Negeri 2 Jombang. Doorprize tersebut bukan hanya sekadar hadiah, tetapi menjadi simbol kebahagiaan dan kebersamaan dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Melalui kegiatan ini, kita belajar bahwa mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan mengucapkan shalawat atau memperingati hari kelahirannya. Cinta kepada Rasulullah harus diwujudkan melalui usaha meneladani akhlaknya, memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian, dan menghadirkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 2 Jombang menjadi bukti bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga generasi yang memiliki karakter, spiritualitas, dan kepedulian sosial. Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi inspirasi agar seluruh warga sekolah semakin dekat dengan nilai-nilai luhur Rasulullah SAW dan mampu menghadirkannya dalam setiap langkah kehidupan.[pgn]



Posting Komentar

0 Komentar