KHOTBAH ISTISQA’ : ISTIGFAR, TAUBAT, DAN HUJAN RAHMAT

 

“Jangan hanya menengadah memohon hujan, tetapi tundukkan hati dalam istigfar, perbaiki hubungan sesama, tebarkan kepedulian, dan jaga bumi dari kerusakan. Sebab, memohon rahmat Allah harus diiringi pertobatan dan ikhtiar menjaga amanah-Nya.”

KHOTBAH PERTAMA

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ (9)

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا، وَجَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْعِبَادِ، وَبِهِ أَحْيَا الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

Hadirin jamaah Shalat Istisqa’ rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Marilah kita memperbanyak istigfar, memperbaiki pertobatan, dan membersihkan hati dari kesombongan serta kezaliman.

Hari ini kita berkumpul untuk melaksanakan Shalat Istisqa’, memohon agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan. Kita datang dengan hati yang penuh harap, karena kita menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan senantiasa membutuhkan pertolongan Allah SWT.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Kita menyaksikan bagaimana kemarau panjang menghadirkan panas yang menyengat, tanah menjadi kering, sumber air berkurang, dan kehidupan masyarakat menghadapi berbagai kesulitan. Di sejumlah wilayah, kebakaran hutan dan lahan menimbulkan asap, mengganggu kesehatan, merusak lingkungan, serta mengancam kehidupan saudara-saudara kita.

Karena itu, marilah kita mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak, membantu mereka sesuai kemampuan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Kita juga harus berani mengingatkan siapa pun yang dengan sengaja membakar hutan dan lahan hingga merugikan masyarakat. Aparat penegak hukum juga harus berani menindak para pembakar itu dengan tegas. Perbuatan demikian merupakan bentuk kezaliman yang tidak boleh dibenarkan. Jangan sampai demi keuntungan sesaat, kesehatan orang banyak dikorbankan dan alam yang menjadi sumber kehidupan dihancurkan.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Rum ayat 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, supaya mereka kembali ke jalan yang benar.”

Ayat ini menjadi peringatan agar kita mengevaluasi perilaku manusia terhadap alam. Namun, janganlah kita menjadikan musibah sebagai alasan untuk menyalahkan para korban. Sebaliknya, kita harus menolong mereka, memperbaiki kerusakan, dan menghentikan perbuatan yang membahayakan kehidupan.

Jamaah rahimakumullah,

Salah satu ikhtiar rohani yang diajarkan dalam menghadapi kesulitan ialah memperbanyak istigfar dan kembali kepada Allah SWT.

Allah berfirman dalam Surah Nuh ayat 10–11:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۝ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

Artinya: “Maka aku berkata, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.’”

Ayat ini mengajarkan kepada kita agar tidak berputus asa dari rahmat Allah. Perbanyaklah istigfar, akuilah kesalahan, dan perbaikilah hubungan kita dengan Allah serta sesama manusia.

Imam An-Nawawi rahimahullah, dalam Riyadhus Shalihin, menghimpun banyak hadis tentang keutamaan tobat dan istigfar. Ajaran ini menegaskan bahwa seorang mukmin hendaknya senantiasa kembali kepada Allah, bukan merasa dirinya bebas dari kesalahan.

Namun, pertobatan tidak cukup hanya dengan ucapan. Jika kita pernah menyakiti orang lain, marilah kita meminta maaf. Jika pernah mengambil hak orang lain, marilah kita mengembalikannya. Jika pernah merusak lingkungan, marilah kita menghentikannya dan berusaha memperbaiki kerusakan tersebut.

Rasulullah SAW bersabda:

اتَّقُوا الظُّلْمَ، فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: “Takutlah kalian terhadap kezaliman, karena kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Muslim, no. 2578.)

Oleh sebab itu, janganlah kita hanya memohon hujan dengan lisan, tetapi membiarkan kezaliman tetap berlangsung dalam perbuatan. Mari kita jadikan istigfar sebagai awal perubahan dan pertobatan sebagai jalan memperbaiki kehidupan.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Kita harus menyadari bahwa manusia memiliki keterbatasan. Kita dapat membuat bendungan, menggali sumur, membangun saluran irigasi, dan mengembangkan berbagai teknologi. Akan tetapi, kita tidak boleh melupakan bahwa seluruh ikhtiar itu berlangsung dalam kekuasaan dan ketentuan Allah SWT.

Allah berfirman dalam Surah Fathir ayat 15:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

Artinya: “Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji.”

Ayat ini mengingatkan kita bahwa setinggi apa pun ilmu dan kemampuan manusia, kita tetap membutuhkan pertolongan Allah SWT.

Karena itulah, hari ini kita menengadahkan tangan, merendahkan hati, dan memohon agar Allah menurunkan hujan yang bermanfaat, memadamkan kebakaran, menghidupkan tanah yang kering, mencukupi kebutuhan air masyarakat, serta membawa keberkahan bagi seluruh makhluk.

Marilah kita memperbanyak doa, bersedekah, mempererat persaudaraan, menjaga lingkungan, dan berikhtiar sesuai kemampuan. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, menghilangkan kesulitan, serta melimpahkan rahmat-Nya kepada negeri kita.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

 

KHOTBAH KEDUA

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ. (7)

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا، وَأَكْثِرُوا مِنَ الِاسْتِغْفَارِ، وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ، وَارْحَمُوا ضُعَفَاءَكُمْ، وَتَصَدَّقُوا عَلَى فُقَرَائِكُمْ، لَعَلَّ اللَّهَ يَرْحَمُنَا وَيَسْقِيَنَا غَيْثًا مُبَارَكًا.

اللَّهُمَّ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَنْتَ الْغَنِيُّ وَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ، أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ، وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ لَنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ.

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا.

اللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ، وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ، وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ.

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا، مَرِيئًا مَرِيعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ.

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ.

اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ، وَأَحْيِ بِالْمَطَرِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا.

اللَّهُمَّ أَطْفِئْ نِيرَانَ الْحَرَائِقِ، وَادْفَعْ عَنَّا الْقَحْطَ وَالْجَدْبَ وَالْبَلَاءَ، وَارْحَمِ الْمُتَضَرِّرِينَ مِنَ الْحَرَائِقِ، وَاحْفَظْ عِبَادَكَ مِنْ كُلِّ سُوءٍ وَضَرَرٍ.

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الذُّنُوبِ، وَأَصْلِحْ أَعْمَالَنَا، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَوَفِّقْنَا لِحِفْظِ نِعَمِكَ وَصِيَانَةِ أَرْضِكَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْمُفْسِدِينَ فِي الْأَرْضِ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ تَهْدِي بِهَا قُلُوبَنَا، وَتَجْمَعُ بِهَا شَمْلَنَا، وَتَرُدُّ بِهَا الْحَقَّ إِلَى أَهْلِهِ، وَتَدْفَعُ بِهَا عَنَّا كُلَّ بَلَاءٍ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا، وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَصَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.

Nine Adien Maulana, Guru PAIBP SMAN 2 Jombang – Sekretaris DP MUI Kabupaten Jombang

Posting Komentar

0 Komentar