Pengurus APKS PGRI Jombang Siap Dilantik

 

APKS PGRI lahir sebagai wadah yang menghimpun berbagai asosiasi guru dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK, termasuk juga guru madrasah, guru pendidikan khusus, pengawas, hingga kepala sekolah. 

[Jombang, Pak Guru NINE] — Sebuah momentum penting akan segera terukir dalam sejarah pendidikan Kabupaten Jombang. Pada Jumat siang, 29 Agustus 2025, pukul 13.30 WIB, Aula Tutwuri Handayani Gedung PGRI Jombang di Jalan Cak Durasim No. 6 akan menjadi saksi pelantikan Pengurus Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kabupaten Jombang masa bakti 2025–2030.

Acara yang mewajibkan pengurus hadir dengan busana batik PGRI ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan sebuah langkah nyata menuju penguatan profesionalisme guru lintas jenjang dan bidang keahlian.

APKS PGRI lahir sebagai wadah yang menghimpun berbagai asosiasi guru dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK, termasuk juga guru madrasah, guru pendidikan khusus, pengawas, hingga kepala sekolah. Dalam kepengurusan periode ini, Dr. H. S. Arifin, S.Ag., M.Pd. dipercaya sebagai Ketua, didampingi jajaran eksekutif, sekretaris, bendahara, dan anggota yang solid.

Yang tak kalah penting, APKS menempatkan koordinator di setiap asosiasi guru sesuai jenjang dan bidangnya. Salah satunya adalah Nine Adien Maulana, M.Pd.I., yang diamanahi sebagai Koordinator Asosiasi Guru SMA. Tugas ini tentu bukan beban, melainkan kehormatan sekaligus tantangan untuk menghadirkan terobosan di dunia pendidikan menengah atas.

Dengan kepengurusan yang lengkap, APKS bukan hanya forum komunikasi, tetapi juga ruang sinergi. Masing-masing koordinator akan membawa suara, aspirasi, sekaligus gagasan inovatif dari lingkup profesinya untuk dirumuskan menjadi kebijakan bersama.

Pelantikan pengurus APKS PGRI ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar seremonial pengambilan sumpah jabatan. Ia adalah simbol dari komitmen guru untuk meningkatkan mutu pendidikan di Jombang.

Dalam dunia yang berubah cepat, guru dihadapkan pada tantangan globalisasi, teknologi digital, serta kebutuhan peserta didik yang kian kompleks. APKS hadir untuk memastikan guru tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi berkolaborasi, saling belajar, dan saling menguatkan.

Melalui forum ini, guru bisa memperjuangkan kepentingan profesinya, meningkatkan kompetensi, hingga memperluas jejaring antar jenjang pendidikan. Dengan demikian, APKS dapat menjadi motor penggerak inovasi pendidikan di tingkat lokal maupun nasional.

Tak bisa dipungkiri, kualitas bangsa sangat ditentukan oleh kualitas gurunya. Guru bukan hanya pengajar di kelas, tetapi juga teladan, pembimbing, sekaligus agen perubahan sosial. Pelantikan APKS PGRI Jombang hari ini menegaskan kembali peran penting itu.

Jika masing-masing asosiasi guru di dalam APKS mampu melahirkan program-program yang relevan, maka pendidikan Jombang akan semakin maju. Misalnya, asosiasi guru SMA dapat mendorong pembelajaran berbasis riset, sementara asosiasi guru PAUD memperkuat pendidikan karakter sejak dini. Begitu pula guru BK bisa merancang layanan konseling yang lebih humanis, sementara asosiasi kepala sekolah memastikan manajemen sekolah berjalan efektif.

Pelantikan ini juga menyimpan harapan besar: bahwa ke depan, guru tidak lagi sekadar berperan sebagai pelaksana kurikulum, melainkan juga sebagai inovator, kreator, dan problem solver. APKS adalah wadah untuk memastikan ide-ide besar itu tidak berhenti di ruang rapat, melainkan menjelma menjadi gerakan nyata di sekolah-sekolah.[pgn]

Posting Komentar

0 Komentar