![]() |
Dakwah bukan lagi sebatas ceramah yang disampaikan satu arah, melainkan juga karya kreatif berupa video pendek, infografis, hingga rekaman audio yang dapat dibagikan secara luas dan cepat. |
[Jombang, Pak Guru NINE] — Rabu siang ini, 27 Agustus 2025, aula PLHUT Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Jombang akan menjadi saksi lahirnya semangat baru
dalam dunia dakwah digital. Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Kabupaten Jombang menggelar Workshop Pembuatan Konten Dakwah
berbasis gambar, video, maupun audio. Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini
diikuti pelajar-pelajar terpilih dari berbagai SMA negeri di Jombang.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan
teknis, tetapi sebuah ikhtiar kolektif untuk menghadirkan wajah dakwah Islam
yang lebih segar, komunikatif, sekaligus relevan dengan dunia anak muda. Para
peserta berasal dari perwakilan
SMA/MA di wilayah kabupaten Jombang.
Mereka adalah generasi muda yang disiapkan untuk menjadi kreator dakwah
Islam yang mampu mengisi ruang publik digital dengan konten sehat dan
inspiratif.
Era digital menghadirkan peluang luar
biasa sekaligus tantangan yang nyata. Di satu sisi, media sosial, YouTube,
podcast, hingga platform berbagi foto menjadi ruang terbuka untuk menyebarkan
pesan kebaikan. Namun di sisi lain, derasnya arus informasi seringkali
menjerumuskan remaja pada konten yang dangkal, bahkan menyesatkan.
Inilah yang menjadi alasan MUI Jombang
menginisiasi workshop ini. Ketua Umum MUI Jombang, Dr. KH. M. Afifuddin
Dimyathi, Lc., M.A., menegaskan bahwa dakwah tidak boleh lagi terbatas pada
mimbar masjid. "Generasi muda kita harus mampu berdakwah sesuai zaman.
Jika anak muda lebih banyak di media sosial, maka di situlah dakwah harus
hadir," ujarnya sebelum acara dimulai.
Dengan demikian, dakwah bukan lagi
sebatas ceramah yang disampaikan satu arah, melainkan juga karya kreatif berupa
video pendek, infografis, hingga rekaman audio yang dapat dibagikan secara luas
dan cepat.
Peserta workshop tidak datang dengan
tangan kosong. Sesuai catatan undangan, mereka diminta membawa HP dan laptop
pribadi. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan benar-benar dirancang aplikatif.
Mereka akan belajar teknik dasar fotografi, editing video, hingga penyusunan
naskah dakwah yang singkat namun penuh makna.
Bayangkan, di tengah maraknya konten
viral yang sering kali hanya memancing tawa tanpa makna, pelajar Jombang justru
akan memproduksi konten dakwah yang menyegarkan dan mencerahkan. Harapannya,
lahirlah video motivasi islami, audio tilawah penuh penghayatan, hingga poster
dakwah yang ringkas namun inspiratif.
Kegiatan ini juga menanamkan kesadaran
bahwa dakwah tidak harus selalu kaku atau berat. Dakwah bisa dikemas dengan
bahasa anak muda, gaya visual yang menarik, dan tetap berlandaskan nilai Islam.
Hal inilah yang menjadikan workshop ini istimewa: ia membuka ruang bagi pelajar
untuk menemukan jati diri sebagai kreator dakwah.
Kegiatan siang ini tidak hanya penting
bagi para peserta, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Jombang
secara luas. Pesan yang hendak disampaikan jelas: anak muda tidak boleh pasif
menghadapi derasnya arus informasi digital. Mereka harus menjadi subjek, bukan
sekadar objek. Mereka harus mampu menghadirkan konten yang tidak hanya
menghibur, tetapi juga mendidik dan membimbing.
Workshop pembuatan konten dakwah yang
digelar MUI Jombang hari ini bukan sekadar agenda pelaksanaan
program kerja,
melainkan tonggak penting dalam perjalanan dakwah di era digital. Dari Aula
PLHUT Kemenag Jombang, sebuah gelombang kecil tengah dipancarkan, yang kelak
bisa menjadi gelombang besar di dunia maya.
Dan di tengah derasnya konten viral yang sering kali melupakan nilai, lahirlah pelajar-pelajar Jombang yang siap membawa misi besar: menghadirkan dakwah yang menyejukkan, mencerdaskan, sekaligus membanggakan. Mereka adalah wajah baru dakwah Islam di era digital — generasi kreator dakwah yang akan mengisi ruang publik dengan konten sehat, inspiratif, dan penuh makna.[pgn]
0 Komentar