![]() |
| Saat ini kita berada di bulan Sya'ban. Bulan yang sering disebut sebagai "gerbang" menuju Ramadan. |
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ لِلّٰهِ.
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ شَعْبَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا وَمُقَدِّمَةً
لِشَهْرِ رَمَضَانَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ
الدَّيَّانُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
سَيِّدُ وَلَدِ عَدْنَانَ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ
وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا عِبَادَ اللهِ،
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا
تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ
الْكَرِيْمِ:
﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ
نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا
تَعْمَلُوْنَ ١٨ ﴾
Ma’asyiral Muslimin
rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan
ketakwaan kepada Allah swt. Takwa bukan sekadar ibadah ritual, tapi juga
kesadaran penuh bahwa setiap detik hidup kita dipantau dan akan dilaporkan
kepada Allah.
Saat ini kita berada di
bulan Sya'ban. Bulan yang sering disebut sebagai "gerbang" menuju
Ramadan. Namun, Rasulullah saw mengingatkan bahwa Sya'ban seringkali menjadi
bulan yang terlupakan karena posisinya terjepit di antara dua bulan mulia,
Rajab dan Ramadan.
Dalam hadits riwayat
An-Nasa’i, Nabi saw bersabda:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ
النَّاسُ عَنْهُ... وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ
الْعَالَمِينَ
"Itu adalah bulan yang
banyak manusia melalaikannya... Di bulan itu, amal perbuatan diangkat
(dilaporkan) kepada Tuhan semesta alam."
Hadirin Rahimakumullah,
Secara logika, jika kita
tahu bahwa "Laporan Kinerja Tahunan" kita sedang diperiksa oleh
Pimpinan Tertinggi, apa yang akan kita lakukan? Tentu kita akan berusaha tampil
sebaik mungkin.
Itulah sebabnya Nabi saw
memperbanyak puasa sunnah di bulan ini. Beliau ingin saat catatan amalnya
diangkat, beliau dalam kondisi sedang berpuasa. Maka, mari kita hidupkan
hari-hari ini dengan memperbanyak kebaikan umum, baik itu puasa sunnah,
sedekah, maupun tilawah Quran.
Jamaah yang berbahagia,
Di pertengahan bulan ini,
kita akan bertemu dengan Nisfu Sya'ban.
Mungkin di antara kita
ada perbedaan pandangan mengenai cara menghidupkan malam ini.
Sebagian saudara kita ada
yang bersemangat melakukan amalan khusus, berkumpul membaca Surat Yasin dan
berdoa bersama di masjid. Ini adalah hal yang baik sebagai bentuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah.
Namun, ada juga sebagian
saudara kita yang berpendapat tidak ada tuntunan amalan khusus yang spesifik di
malam tersebut, sehingga mereka memilih beribadah seperti malam-malam biasa.
Pendapat ini pun harus kita hormati.
Mari kita ambil titik temunya.
Perbedaan cara ibadah jangan sampai membuat kita bertengkar. Karena substansi
utama dari Nisfu Sya'ban disepakati oleh semua ulama berdasarkan hadits shahih
yang diriwayatkan Ibnu Majah dan Ath-Thabrani dari Mu'adz bin Jabal:
يَطَّلِعُ اللَّهُ
إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ
خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
"Allah melihat kepada
makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya'ban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya,
kecuali dua orang: Orang yang musyrik dan Orang yang bermusuhan (menyimpan
dendam)."
Ini adalah poin kuncinya. Tidak
peduli seberapa panjang shalat kita, atau seberapa fasih bacaan Yasin kita,
jika di dalam hati masih ada syirik dan dendam (musyahin), maka kita terancam tidak
mendapatkan ampunan Allah.
Hadirin sekalian,
Persiapan menuju Ramadan
yang paling logis dan mendesak saat ini bukanlah menumpuk stok makanan,
melainkan membersihkan hati.
1.
Hilangkan Syirik:
Pastikan ibadah kita murni hanya untuk Allah, bukan karena ingin dipuji
manusia.
2.
Hilangkan Dendam:
Sya'ban adalah momentum memaafkan. Sapa kembali saudara yang pernah kita
diamkan. Hapus nomor kontak musuh kita dengan menggantinya menjadi teman.
Jangan biarkan ego
menghalangi ampunan Allah. Rugi besar jika kita masuk Ramadan membawa hati yang
kotor. Mari kita jadikan Sya'ban ini sebagai bulan rekonsiliasi, bulan damai
dengan sesama, agar kita bisa masuk ke bulan suci Ramadan dengan hati yang
benar-benar suci.
بَارَكَ اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ
مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ
هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ. اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا
اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ.
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ
الْخَلَائِيْقِ وَالْبَشَرِ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ
عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا
عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ
مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمُعَةِ
وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ
بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ قُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى وَلَمْ يَزَلْ
قَائِلًا عَلِيْمًا:
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا
عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ، وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى
يَوْمِ الدِّيْنِ، وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ،
اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللّٰهُمَّ بَارِكْ
لَنَا فِيْ رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ. اَللّٰهُمَّ سَلِّمْنَا
لِرَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لَنَا، وَتَسَلَّمْهُ مِنَّا مُتَقَبَّلًا. اَللّٰهُمَّ طَهِّرْ قُلُوْبَنَا مِنَ النِّفَاقِ،
وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ، وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ، وَأَعْيُنَنَا
مِنَ الْخِيَانَةِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي
الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ
اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى
عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى
نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Disusun oleh Nine Adien Maulana, GPAI SMAN 2 Jombang - Sekretaris DP MUI Kabupaten Jombang
.jpg)
1 Komentar
Estu sae yai
BalasHapus