![]() |
| Naskah khotbah Jumat ini disusun untuk disampaikan dalam Khotbah Jumat di Masjid Baitul Muslimin dusun Peluk, Pacarpeluk, Megaluh, Jombang pada Jumat, 15 Mei 2026. |
KHOTBAH PERTAMA
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ. اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الطُّمَأْنِيْنَةَ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ،
وَأَمَرَنَا بِالصَّبْرِ وَالشُّكْرِ فِيْ كُلِّ حِيْنٍ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ
إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ.
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ
الْأَمِيْنُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ
وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ
اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَقَدْ فَازَ
الْمُتَّقُوْنَ. اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا
وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Hadirin Jemaah Sidang Jumat yang dirahmati
Allah,
Mengawali khotbah pada hari yang penuh
berkah ini, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan kepada seluruh
jemaah sekalian: marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah
SWT. Ketakwaan yang sebenar-benarnya, dengan menjalankan segala perintah-Nya
dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaanlah yang akan menjadi jangkar
penyeimbang bagi kapal kehidupan kita yang tengah dilanda badai ujian.
Ma'asyiral Muslimin, Rahimakumullah,
Akhir-akhir ini, kita sering mendengar
istilah "kesehatan mental" atau kewarasan jiwa. Di era modern yang
serba cepat ini, banyak dari kita yang merasa kelelahan. Tekanan ekonomi yang
semakin berat, harga kebutuhan yang melonjak, pemutusan hubungan kerja, hingga
tuntutan hidup yang seakan tak ada habisnya, membuat dada ini terasa sesak.
Banyak kepala keluarga yang tersenyum
saat keluar rumah, namun menangis di dalam hati karena bingung memikirkan
nafkah esok hari. Banyak anak muda yang cemas melihat masa depannya. Stres, burnout (kelelahan ekstrem), dan depresi kini mengintai
siapa saja.
Lalu, bagaimana Islam memandang hal
ini? Islam adalah agama yang memeluk erat kemanusiaan kita. Islam hadir tidak
hanya mengatur tata cara ibadah fisik, tetapi juga menawarkan solusi dan ketenangan
bagi jiwa yang sedang lelah.
Pertama: Kelelahan dan Kesedihan adalah Sifat
Manusiawi
Hadirin yang mulia, jika hari ini Anda
merasa lelah, merasa sedih, dan cemas, ketahuilah bahwa itu adalah hal yang
sangat wajar. Merasa sedih bukan berarti Anda kurang iman. Menangis bukan
berarti Anda tidak rida dengan takdir Allah.
Para Nabi pun pernah merasakan
kesedihan yang mendalam. Nabi Ya'qub alaihissalam
menangis hingga matanya memutih karena kehilangan putranya, Nabi Yusuf. Bahkan,
Baginda Nabi Muhammad SAW pernah mengalami 'Amul Huzni (Tahun
Kesedihan) ketika ditinggal wafat oleh istri tercinta, Sayyidah Khadijah, dan
pamannya, Abu Thalib.
Imam Ibnul Qayyim
al-Jauziyah dalam kitab Madarijus Salikin
menjelaskan bahwa kesedihan adalah bagian dari fitrah. Namun, beliau
mengingatkan agar kita tidak larut berkepanjangan di dalamnya. Setan sangat
menyukai kesedihan karena kesedihan yang berlarut-larut dapat melemahkan hati,
menghentikan langkah kita untuk beramal saleh, dan berujung pada keputusasaan.
Kesedihan itu fitrah, tetapi bangkit dan kembali bersandar kepada rahmat Allah
adalah perintah.
Kedua: Sabar dan Salat sebagai "Tempat
Istirahat"
Jemaah yang dirahmati Allah, ketika
beban hidup terasa begitu menghimpit, ke mana kita berlari? Terkadang, berkeluh
kesah kepada manusia justru menambah kecewa. Maka, Allah SWT memberikan resep
yang paling manjur. Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 45:
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ
وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ
"Mohonlah pertolongan (kepada Allah)
dengan sabar dan salat. Sesungguhnya (salat) itu benar-benar berat, kecuali
bagi orang-orang yang khusyuk."
Jadikanlah salat sebagai tempat
"beristirahat" dari penatnya urusan dunia. Dulu, ketika Rasulullah
SAW dihadapkan pada masalah yang berat, beliau berkata kepada Bilal, "Arihna bish-shalah ya Bilal" (Istirahatkan
kami dengan salat, wahai Bilal).
Allah Maha Mendengar rintihan hamba-Nya
yang sedang lelah. Ketika dahi kita menyentuh bumi dalam sujuf,
bisikkanlah ke langit segala hal yang membuat dada sesak. Ingatlah janji Allah
dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ
قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ
ۗ
"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan
hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya
dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram."
Ketiga: Kekuatan Syukur sebagai Perisai Hati
Hadirin sekalian, salah satu penyebab
utama rusaknya kesehatan mental adalah kebiasaan membandingkan kehidupan kita
dengan kehidupan orang lain, terutama di era media sosial hari ini. Kita merasa
kurang karena mata kita selalu tertuju pada nikmat yang belum
kita genggam, hingga melupakan ribuan nikmat yang sudah kita hirup setiap hari.
Mari kita ubah sudut pandang kita. Islam
mengajarkan Qana'ah (merasa cukup) dan syukur. Syukur adalah terapi psikologis terbaik.
Rasulullah SAW menggambarkan betapa hebatnya ketahanan mental seorang mukmin
dalam sabdanya:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ
أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ
أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ
صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
"Sungguh menakjubkan urusan seorang
mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali
pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka
yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa
kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya." (HR. Muslim).
Imam Al-Ghazali mengajarkan bahwa
syukur berarti kita menyadari bahwa segala kebaikan bermuara dari Allah. Jika
hari ini gaji kita dirasa tidak cukup, syukuri bahwa kita dan keluarga masih
diberikan kesehatan, yang jika diuangkan nilainya jauh lebih besar dari gaji
kita. Syukuri udara yang masuk ke paru-paru kita, syukuri anak-anak yang masih
bisa tersenyum. Fokuslah pada apa yang kita miliki, niscaya hati ini tidak akan
selalu merasa lapar.
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Sebagai kesimpulan, mari kita peluk jiwa kita
yang lelah
dengan keimanan. Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Jika dunia
terasa keras, menepilah sejenak, wudu, gelar sajadah, dan menangislah di
hadapan-Nya. Hiduplah hari ini dengan sebaik-baiknya, serahkan hari esok pada
Sang Pemilik Kehidupan.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan
kita kesehatan lahir dan batin, mengangkat segala kesedihan kita, meluaskan
rezeki kita, dan menggolongkan kita ke dalam hamba-hamba-Nya yang sabar dan
pandai bersyukur. Amin Ya Rabbal 'Alamin.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي
الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ
هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ
الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ.
KHOTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ. اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالِاعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللّٰهِ الْمَتِيْنِ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِيَّاهُ
نَعْبُدُ وَإِيَّاهُ نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ
عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ
اللّٰهِ، اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ.
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ
بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ
الْكَرِيْمِ. فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى
النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى
سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ
الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ، أَبُوْ بَكْرٍ، وَعُمَر، وَعُثْمَان، وَعَلِيّ، وَعَنْ سَائِرِ
الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ
الْحَاجَاتِ.
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ قُلُوْبَنَا
مُطْمَئِنَّةً بِذِكْرِكَ، وَنُفُوْسَنَا رَاضِيَةً بِقَضَائِكَ. اَللّٰهُمَّ
ارْفَعْ عَنَّا الْهَمَّ وَالْحَزَنَ، وَالْعَجْزَ وَالْكَسَلَ، وَغَلَبَةَ
الدَّيْنِ وَقَهْرَ الرِّجَالِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ
وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ، وَسُوْءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا
وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً، وَسَائِرِ بُلْدَانِ
الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ
يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ
الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ
يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.
*Nine Adien Maulana, Guru PAIBP SMAN 2 Jombang – Sekretaris DP MUI Kabupaten Jombang
.jpg)
1 Komentar
Alhamdulillah terimakasih ustadz... Semoga barokah
BalasHapus