[Jombang, Pak Guru NINE] - Bulan suci Ramadan 1447 H
/ 2026 M sudah di depan mata. Aroma keberkahan mulai tercium, namun bagi
sebagian besar Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), kedatangan bulan mulia ini
sering kali membawa dilema klasik yang tak kunjung usai. Kita semua rindu akan
syahdu ibadah, namun di sisi lain, kita dihantui oleh bayang-bayang tumpukan
administrasi pemantauan ibadah siswa. Masihkah kita mengandalkan lembaran
kertas buram "Kartu Kegiatan Ramadan" yang sering kali berakhir lecek
di saku seragam siswa? Atau lebih parah lagi, diisi dengan sistem rapel
"SKS" (Sistem Kebut Semalam) di penghujung bulan puasa?
Mari kita berargumen
secara logis sejenak. Murid-murid kita hari ini adalah Generasi Z, generasi
yang "bernafas" dengan sinyal Wi-Fi dan "hidup" di balik
layar gawai. Jika ekosistem mereka sudah beralih ke digital, mengapa metode
dakwah dan pemantauan kita masih terpaku pada cara analog yang kaku? Memaksakan
metode lama pada generasi baru bukan hanya melelahkan, tetapi juga tidak
efektif. Inilah saatnya kita sadar bahwa transformasi digital dalam kegiatan
Ramadan bukan lagi sebuah pilihan pelengkap, melainkan sebuah kebutuhan
mendesak.
Menjawab kegelisahan
tersebut, MGMP PAI SMA Provinsi Jawa Timur hadir membawa angin
segar. Sebuah inisiatif brilian dipersembahkan untuk membekali para pendidik
melalui webinar bertajuk "Cara Kilat Siapkan
Ramadan Digital! - Penyusunan LMS PAISLove Ramadan 1447 H / 2026 M".
Judulnya saja sudah sangat provokatif dan menjanjikan: "Kilat". Ini
adalah jawaban bagi kita, para guru yang sibuk, yang membutuhkan solusi
praktis, cepat, namun berdampak besar.
Acara yang akan
diselenggarakan pada hari Senin, 16 Februari 2026,
pukul 13.00 - 15.00 WIB ini bukan sekadar seminar teoretis.
Ini adalah bengkel solusi. Bayangkan, hanya dalam waktu dua jam, di tengah
kenyamanan rumah masing-masing (via Zoom Meeting), kita akan diajak meruntuhkan
tembok kesulitan administrasi dan menggantinya dengan bangunan sistem yang
otomatis.
Kualitas sebuah acara
tentu ditentukan oleh siapa yang berbicara. Webinar ini tidak main-main dalam
menghadirkan narasumber. Kita akan mendengarkan arahan strategis dari Dr. H. Moh. Amak Burhanudin, M.Pd.I, selaku Kepala
Bidang Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kanwil Kemenag Jatim. Kehadiran beliau
sebagai Keynote Speaker menegaskan bahwa digitalisasi ini
adalah gerakan yang direstui dan didukung penuh oleh kebijakan pemerintah.
Selanjutnya, Dr. H. Mokh. Fakhruddin SP, MPd I. MSi. PhD. DMS.,
Ketua MGMP PAI SMA Provinsi Jawa Timur, akan hadir sebagai Main Speaker untuk membakar semangat kolaborasi kita.
Namun, yang paling ditunggu-tunggu adalah sesi teknis bersama Nine Adien Maulana, M.Pd.I. Sebagai Direktur PGN
Institute dan Praktisi Digital Learning, beliau akan bertindak sebagai Main Trainer yang akan membedah strategi
"sat-set" menyusun LMS. Beliau tidak akan berbicara tentang teori
langit, melainkan memberikan "daging" berupa tips memantau ibadah
secara real-time dan materi siap pakai yang sesuai dengan
Pedoman PAISLove Ramadan 2026.
Apa maknanya bagi kita?
Mengikuti webinar ini berarti kita sedang berinvestasi untuk ketenangan jiwa
kita sendiri selama Ramadan nanti. Dengan LMS PAISLove Ramadan, kita tidak
perlu lagi mengoreksi ribuan kertas secara manual. Kita bisa memantau kejujuran
siswa dari dasbor laptop, memberikan umpan balik seketika, dan yang terpenting,
menyajikan konten Ramadan yang relate dengan dunia
mereka. Ini adalah bentuk "jihad" pendidikan di era modern;
memastikan nilai-nilai agama tetap tersambung ke hati siswa melalui teknologi.
Jadi, untuk apa bertahan
dengan cara lama yang melelahkan jika ada cara baru yang memberdayakan? Mari
ubah mindset kita. Administrasi Ramadan bukan lagi beban,
melainkan peluang inovasi. Jangan biarkan kesempatan emas ini lewat begitu
saja. Siapkan laptop terbaik dan semangat membara Bapak/Ibu sekalian.
Segera hubungi narahubung
di 0815 5334 0029 atau 0812 3442 4400 untuk
mengamankan tempat. Link Zoom akan segera dibagikan kepada mereka yang siap
bergerak maju.
Mari kita sambut Ramadan 1447 H dengan wajah baru: lebih segar, lebih digital, dan lebih bermakna. Sampai jumpa di ruang virtual, wahai Guru PAI hebat Jawa Timur! [pgn]

0 Komentar