Mengupas Filosofi Kisi-Kisi ASAT PAIBP Kelas XII

Silakan unduh dokumen Kisi-Kisi Soal ASAT PAIBP Kelas XII SMAN 2 Jombang Tahun Pelajaran 2025/2026 secara lengkap melalui tautan ini!

 

[Jombang, Pak Guru NINE] - Masa putih abu-abu segera mencapai garis finisnya. Bagi siswa-siswi kelas XII di SMA Negeri 2 Jombang , Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) Tahun Pelajaran 2025/2026 bukanlah sekadar ritual akademik untuk menutup kalender pendidikan. Khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP), momen asesmen ini adalah sebuah cermin besar—refleksi dari proses panjang menggembleng pola pikir, mematangkan kedewasaan nalar, dan mengasah kepekaan nurani. Kisi-kisi penulisan soal ASAT yang telah tersusun ini sejatinya menyimpan sebuah narasi filosofis yang amat mendalam: pendidikan agama di ruang kelas tidak pernah sekadar tentang menjejalkan hafalan dogma semata, melainkan ikhtiar merakit kompas navigasi agar generasi muda siap mengarungi ketidakpastian realitas dunia yang sesungguhnya.

Mari kita cermati lebih dalam esensi materinya. Instrumen evaluasi ini mengajak peserta didik untuk tidak hanya fasih melafalkan ayat suci melalui identifikasi hukum tajwid pada Q.S. al-Qasas/28: 85 dan Q.S. al-Baqarah/2: 143. Jauh melampaui itu, terselip muatan argumentatif yang kuat tentang betapa pentingnya konsep Wasathiyah (moderasi beragama) dan kecintaan pada tanah air. Di tengah derasnya arus disrupsi informasi global yang kerap memicu polarisasi, pemahaman historis—seperti kemampuan menganalisis legitimasi syariah terkait cinta tanah air dari pendapat Imam Al-Suhaily —menjadi pondasi karakter yang tak ternilai. Desain soal berstandar High Order Thinking Skills (HOTS) dipersiapkan untuk memaksa nalar bekerja optimal; menantang siswa mengevaluasi alasan teologis dan psikologis pemindahan arah kiblat bagi kaum munafik , menganalisis peran umat Islam sebagai syuhada (saksi) di krisis kemanusiaan , hingga merumuskan jalan keluar (problem solving) yang etis atas sengketa pendirian rumah ibadah dengan berlandaskan prinsip Tasamuh dan I'tidal.

Argumentasi logis dan intelektualitas juga mendapat panggung utamanya melalui eksplorasi Ilmu Kalam dan Ijtihad. Islam adalah agama yang memuliakan fungsi akal budi. Melalui kisi-kisi ini, siswa diajak menelusuri sejarah pemikiran, seperti alasan historis kaum Mu'tazilah dalam menggunakan filsafat , dan mengevaluasi keterbatasan akal rasional manusia apabila tak dibimbing oleh wahyu. Lebih dari itu, mereka dituntut memahami tingginya urgensi ijtihad sebagai dinamisator hukum Islam. Siswa dilatih berpikir layaknya seorang mujtahid: menganalisis 'illat (alasan) di balik penggunaan metode qiyas dalam kasus kontemporer seperti narkotika , hingga mengevaluasi kebijakan publik masa kini menggunakan kacamata Maslahah Mursalah. Hal ini memberikan bukti tak terbantahkan bahwa ajaran Islam selalu responsif, adaptif, dan siap memberikan jawaban atas problematika era modern tanpa kehilangan ruhnya.

Nalar yang tajam dan spiritualitas yang teguh tentu harus bermuara pada tindakan dan karya nyata. Oleh karena itu, materi mengenai etos kerja keras, sikap inovatif, serta etika berorganisasi menjadi sorotan yang tak kalah esensial. Peserta didik diuji kemampuannya untuk merumuskan solusi etis tatkala menghadapi friksi pendapat dalam sebuah organisasi , sampai pada tahap mengevaluasi daya rusak korupsi terhadap eksistensi lembaga. Semangat juang ini berkelindan selaras dengan tapak tilas sejarah pergerakan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam di Nusantara. Mempelajari metodologi dakwah A. Hassan dari Persis, menyebutkan pendiri Muhammadiyah, memahami kontribusi tokoh Islam dalam Piagam Jakarta, hingga menganalisis dampak militer luar biasa dari fatwa Resolusi Jihad NU bukanlah sekadar memutar kaset usang dari masa lalu. Ini adalah proses pewarisan spirit ketangguhan agar para siswa kelak berani mengambil peran aktif dalam mempertahankan martabat bangsa dan merawat kemerdekaan.

Pada akhirnya, lembaran kisi-kisi yang disusun oleh Pak Guru NINE ini adalah sebuah manifestasi nyata dari ikhtiar pedagogis dalam mencetak sosok Insan Kamil. Terlebih lagi, dengan hadirnya kisah inspiratif keteladanan dari biografi Imam Syafi'i, siswa diingatkan bahwa ujian paripurna bagi mereka bukanlah semata saat menghitamkan lembar jawaban di atas meja ujian. Ujian sesungguhnya adalah ketika mereka mampu mengintegrasikan keluhuran budi pekerti, kecerdasan nalar Islami, dan aksi nyata kelak saat terjun membangun peradaban di tengah masyarakat luas.

Unduh Dokumen Lengkap

Untuk rekan-rekan pendidik maupun siswa-siswi yang ingin mempersiapkan diri dengan lebih matang dan terarah, silakan unduh dokumen Kisi-Kisi Soal ASAT PAIBP Kelas XII SMAN 2 Jombang Tahun Pelajaran 2025/2026 secara lengkap melalui tautan ini![pgn] 

Posting Komentar

0 Komentar