KH. Mohammad Haris Munawir Resmi Nakhodai MUI Kecamatan Perak

 

Dengan hati yang tertaut pada kepentingan umat dan bimbingan cahaya ilahi, tim formatur secara mufakat dan aklamasi menetapkan KH. Mohammad Haris Munawir sebagai Ketua Umum DP MUI Kecamatan Perak yang baru.

[Jombang, Pak Guru NINE] - Hembusan angin sejuk di Pendopo Kecamatan Perak, Jombang, pada Minggu, 8 Maret 2026, seolah menjadi saksi bisu atas sebuah momentum spiritual dan organisatoris yang amat krusial. Hari itu, umat Islam di Kecamatan Perak kembali menata arah kompas moralnya melalui perhelatan Musyawarah Kecamatan (Muscam) Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kecamatan Perak.

Acara yang dipandu dengan apik dan khusyuk oleh Sekretari Umum DP MUI Kabupaten Jombang, KH. Ilham Rohim, ini bukanlah musyawarah biasa. Kehadirannya menjadi magnet bagi para tokoh agama, dibuktikan dengan hadirnya jajaran pimpinan teras DP MUI Kabupaten Jombang. Tampak hadir memberikan restu dan dukungan moral yakni Ketua Umum, Sekretaris Umum, Sekretaris, Bendahara Umum, Bendahara, hingga jajaran pengurus Komisi Fatwa DP MUI Kabupaten Jombang.

Dalam sambutannya yang sarat akan makna perpisahan sekaligus harapan, Ketua DP MUI Kecamatan Perak masa khidmat sebelumnya, KH. Nur Raichan, menghaturkan rasa terima kasih yang mendalam atas sinergi umat selama kepemimpinannya. Di penghujung kalimatnya, terselip sebuah doa dan harapan besar agar tongkat estafet perjuangan ini sudi dilanjutkan oleh sosok ulama kharismatik, KH. Mohammad Haris Munawir. Harapan ini selaras dengan sambutan Sekretaris Kecamatan Perak, Abdul Wahid, yang menegaskan pentingnya sinergi antara ulama (tokoh agama) dan umara (pemerintah) demi ketenteraman masyarakat.

Melalui dinamika musyawarah yang menjunjung tinggi adab dan kedewasaan berorganisasi, kepengurusan lama pun dinyatakan demisioner. Sidang berlanjut pada pembentukan tim formatur. Dengan hati yang tertaut pada kepentingan umat dan bimbingan cahaya ilahi, tim formatur secara mufakat dan aklamasi menetapkan KH. Mohammad Haris Munawir sebagai Ketua Umum DP MUI Kecamatan Perak yang baru.

Menelusuri Akar Sang Nakhoda Baru

Terpilihnya KH. Mohammad Haris Munawir bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari rekam jejak pengabdian dan kedalaman keilmuan yang tak terbantahkan. Sosok yang akrab disapa Gus Haris ini lahir pada 12 Agustus 1965 di Dusun Pedes, Desa Sukorejo, Perak, dari rahim keluarga pesantren. Beliau adalah putra sulung pasangan KH Munawir Soleh dan Hj Jariyah Rohmad, pengasuh Pondok Pesantren Pedes.

Gus Haris adalah perpaduan antara ketekunan akademis dan kedisiplinan spiritual. Setelah menamatkan SDN Sukorejo (1977), ia menempa diri di lingkungan Ponpes Mambaul Maarif Denanyar hingga lulus MAN 4 pada 1985. Dahaganya akan ilmu tak berhenti di situ. Ia melanjutkan rihlah ilmiahnya ke Pondok Pesantren Darussalam, Kencong, Kepung, Kediri asuhan KH Imam Faqih Asy’ari—seorang ulama besar yang merupakan murid langsung dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dan didikan Pesantren Lirboyo.

"Belajar di pondok salaf itu seperti mengulang sekolah, tapi fokus pada pendidikan agama. Seratus persen agama," kenang Gus Haris tentang masa-masa penempaannya hingga tahun 1992.

Di bawah kepemimpinan KH. Mohammad Haris Munawir, umat Islam di kecamatan Perak kini memiliki nakhoda yang berakar kuat pada tradisi salaf, namun memiliki visi menembus masa depan. Ini adalah undangan bagi seluruh elemen masyarakat—mari kita rapatkan barisan, merajut ukhuwah, dan bersama-sama menyongsong hari esok yang lebih bermartabat di bawah bimbingan para ulama.[pgn]

Posting Komentar

0 Komentar