![]() |
| Klik tautan ini untuk mengunduh kisi-kisi Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) Pendidikan Agama Islam
dan Budi Pekerti (PAIBP) kelas XII SMAN 2 Jombang tahun pelajaran 2025/2026! |
[Jombang, Pak
Guru NINE] - Ujian akhir sekolah sering kali
dipandang sebagai "gerbang keluar"—sebuah formalitas administratif
sebelum siswa menanggalkan seragam putih abu-abu. Namun,
jika kita menelaah kisi-kisi Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) kelas XII SMAN 2 Jombang tahun pelajaran
2025/2026
Di
tengah gempuran disrupsi teknologi, kisi-kisi ini secara logis menempatkan
penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sebagai fondasi utama.
Melalui analisis Q.S. Ar-Rahman: 33, siswa diajak mengevaluasi sikap terhadap
kemajuan teknologi antariksa dan memahami makna sulthan atau kekuatan
ilmu. Ini bukan sekadar teori; narasi esai ini menekankan bahwa menjadi
religius berarti menjadi inovatif. Siswa didorong untuk memiliki growth
mindset yang tercermin dalam kemampuan berpikir kritis terhadap fenomena
alam dan penelitian ilmiah sesuai Q.S. Ali Imran: 190-191.
Argumentasi yang dibangun tim penyusun
sangat jelas: iman tidak boleh membuat seseorang menjadi jumud (statis). Sebaliknya,
iman harus menjadi pemacu kreativitas dan inovasi dalam berorganisasi serta
kehidupan sehari-hari. Dengan memahami konsep Ihsan—perasaan diawasi
oleh Allah—siswa diharapkan mampu menjaga integritasnya meski berada di ruang
digital yang tanpa batas.
Jihad di Balik Layar:
Etika Digital dan Karakter
Satu hal yang sangat inspiratif dalam
kurikulum ujian ini adalah penekanan pada Dakwah Kontemporer. Di era di
mana jempol bisa lebih tajam dari pedang, kemampuan untuk memberikan
argumentasi kritis terhadap penyalahgunaan media sosial menjadi kompetensi yang
krusial. Siswa tidak hanya diajari untuk berdakwah, tetapi bagaimana cara
menyampaikannya dengan santun, damai, dan menunjukkan wajah Islam yang rahmatan
lil 'alamin.
Secara informatif, kisi-kisi ini juga
membedah perilaku sosial yang sering menjadi batu sandungan remaja. Mulai dari
menghindari perkelahian pelajar, menjauhi minuman keras, hingga pentingnya
menutupi aib orang lain. Ada pesan bermakna mendalam di sini: bahwa menjaga
kehormatan diri di era digital adalah bentuk jihad masa kini. Sifat malu pun
ditekankan bukan sebagai kelemahan, melainkan sebagai bagian integral dari iman
yang menjaga siswa dari pelanggaran aturan sekolah maupun norma agama.
Merawat Kebangsaan
melalui Refleksi Sejarah
Kisi-kisi PSAJ SMAN 2 Jombang ini juga
berfungsi sebagai pengingat akan jati diri bangsa. Melalui materi sejarah,
siswa diajak meneladani strategi dakwah Wali Songo, khususnya filosofi Catur
Piwulang Sunan Drajat. Selain itu, keteladanan tokoh seperti Syekh Yusuf
al-Makassari dan Syekh Nawawi al-Bantani dihadirkan untuk menginspirasi
semangat keilmuan dan perjuangan.
Secara persuasif, materi ini mengajak
siswa untuk menyadari bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari iman. Melalui
refleksi atas perumusan Piagam Jakarta dan kompromi para ulama di awal
kemerdekaan, siswa diajarkan nilai kebangsaan yang tinggi untuk menjawab
tantangan intoleransi di era modern. Prinsip Ummatan Washathan (umat
pertengahan) menjadi kunci untuk merespons informasi ekstrem yang beredar luas
di dunia maya.
Fikih yang Membumi
dan Solutif
Ujian
ini membuktikan bahwa Islam memiliki solusi konkret untuk dinamika
sosial-ekonomi. Pemahaman mengenai asuransi syariah, praktik menghindari maisir
(judi), hingga hukum ijtihad untuk masalah baru di masyarakat menunjukkan bahwa
agama selalu relevan dengan zaman. Materi kewarisan atau dzawil furudh
juga disertakan untuk memberikan pemahaman logis mengenai keadilan dalam
pembagian harta dan penyelesaian konflik keluarga sesuai syariat.
Akhirnya, kisi-kisi
yang difinalisasi pada 28 Februari 2026 ini adalah bukti komitmen SMAN 2
Jombang dalam membentuk "Insan Kamil". Ujian ini bukan tentang
seberapa banyak angka yang diraih, tapi seberapa dalam nilai-nilai tersebut
terhujam dalam perilaku. Bagi para siswa kelas XII, ini adalah momentum untuk
membuktikan bahwa kalian siap menjadi pemimpin masa depan yang inovatif, moderat,
dan memiliki karakter yang kokoh.[pgn]
Nine Adien Maulana, Guru PAIBP SMAN
2 Jombang

0 Komentar